DELI SERDANG, SUMATERA UTARA — 8/10/2026. Air mata dan doa mengiringi langkah santri/wati terbaik Dayah Tahfidzul Qur’an (DATAQU) Imam Syafii saat Pimpinan DATAQU Tgk. Abdul Halim, Lc., LL.M bersama Kepala SPM DATAQU Ust. Mohd Yanis, Lc., MA. mengantarkan mereka hingga Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara, untuk melanjutkan perjuangan menuntut ilmu di Mesir. Bagi DATAQU, keberangkatan ini bukan sekadar perjalanan menuju negeri para ulama. Ini adalah perjalanan untuk menaklukkan diri sendiri.
Pimpinan DATAQU menyampaikan pesan begitu mendalam kepada para santri sebelum meninggalkan tanah air. “Cairo/Al-Qahirah ibukota Mesir, bukan hanya tempat belajar, Al-Qahirah artinya Penakluk/Penunduk maka terlebih dahulu menuntut ilmu, kalian harus dapat menaklukkan diri kalian sendiri.”
Di Mesir, para santri akan menghadapi berbagai ujian: cuaca ekstrem, panas dan dingin, kerasnya kehidupan, rasa rindu kepada keluarga, hingga proses ijraat/pengurusan administrasi yang terkadang benar-benar menguji kesabaran. “Bisa jadi kalian sudah lama antre, kemudian ketika sampai di depan petugas hanya dijawab: Bukrah… besok. Jangan marah. Jangan menyerah. Di situlah kalian diajarkan kesabaran.”
Menurutnya, perjalanan menuju keberhasilan memang tidak selalu mudah. Kesabaran, ketekunan dan kemampuan mengendalikan diri justru menjadi bagian terpenting dari pendidikan. Para santri diminta membawa lebih dari sekadar hafalan Al-Qur’an. “Jadikan Al-Qur’an di dada, berkahlak dan beradab dalam perilaku, sabar dalam menghadapi ujian dan menjaga nama baik orang tua serta DATAQU. Jadilah penghafal Al-Qur’an yang berilmu dan berakhlak.”
Program Asrama DATAQU di Mesir menjadi bagian dari ikhtiar DATAQU membuka jalan bagi para penghafal Al-Qur’an untuk melanjutkan pendidikan ke Al-Azhar dan pusat-pusat keilmuan Islam di Timur Tengah. Bagi para wali santri, perpisahan di Kualanamu bukanlah kehilangan. Itulah bentuk cinta yang berani melepas anak untuk tumbuh, berjuang dan mencari ilmu jauh dari rumah.
Dari Kualanamu menuju Cairo, bukan hanya sekedar sebuah perjalanan, tetapi langkah baru dalam membentuk diri sendiri menjadi pribadi yang sabar, tekun, berakhlak dan berilmu, ujar Kepala SPM Muallimin Ust Yanis.
Selamat berjuang, santri DATAQU.
Taklukkan dirimu.
Kuatkan langkahmu.
Genggam Al-Qur’anmu.
Dan taklukkan dunia dengan ilmu.
DATAQU Imam Syafii — Mengulamakan Penghafal Al-Qur’an.

Tinggalkan Balasan