Dataqu News – LHOKSEUMAWE, Selasa 06 Oktober 2026, dari lantunan ayat-ayat Al-Qur’an yang setiap hari menggema di lingkungan pendidikan, lahir sebuah perjalanan panjang menuju salah satu pusat ilmu Islam dunia. Dayah Tahfidzul Qur’an (DATAQU) Imam Syafii kembali melepas tujuh santri terbaiknya untuk melanjutkan pendidikan ke Mesir melalui Program Asrama DATAQU di Mesir, sebuah program yang dirancang sebagai jembatan pendidikan santri Aceh menuju Universitas Al-Azhar.
Pelepasan tujuh santri tersebut menjadi momentum penting bagi DATAQU Imam Syafii. Mereka bukan sekadar berangkat membawa koper dan pakaian, tetapi membawa hafalan Al-Qur’an, doa orang tua, bekal adab, serta cita-cita besar untuk menjadi generasi ulama yang kelak hadir di tengah masyarakat.
Visi utama DATAQU, “Mengulamakan Penghafal Al-Qur’an”, menemukan maknanya dalam perjalanan para santri tersebut. Mereka telah menyelesaikan hafalan Al-Qur’an, bahkan di antara mereka terdapat santri yang telah mengkhatamkan Al-Qur’an dengan dua qira’at.
Kini, setelah Al-Qur’an tertanam dalam dada, perjalanan mereka berlanjut ke Mesir—negeri yang selama berabad-abad menjadi salah satu destinasi utama pencarian ilmu-ilmu keislaman. Di sana, para santri akan memperdalam khazanah keilmuan Islam dan mempersiapkan diri untuk melanjutkan pendidikan di lingkungan Al-Azhar, salah satu institusi keilmuan Islam paling berpengaruh di dunia.
Pimpinan DATAQU Imam Syafii, Ust. Abdul Halim, Lc., LL.M, menyampaikan bahwa keberangkatan para santri ke Mesir bukanlah tujuan akhir, melainkan awal dari sebuah amanah yang jauh lebih besar.
“Harapan kami, mereka pulang bukan sekadar membawa gelar dan ijazah. Mereka harus pulang menjadi cahaya dan obat bagi masyarakat, dengan ilmu, akhlak dan manhaj wasathiyah sebagaimana amanah keilmuan Al-Azhar.”
Menurutnya, DATAQU tidak ingin berhenti pada target mencetak penghafal Al-Qur’an. Hafalan harus menjadi fondasi untuk membangun kedalaman ilmu, kematangan akhlak dan kesiapan berdakwah di tengah kehidupan.
Karena itu, perjalanan ke Mesir menjadi bagian dari cita-cita besar DATAQU: mengantarkan para penghafal Al-Qur’an menjadi insan berilmu yang mampu berdakwah dalam profesi dan ruang pengabdiannya masing-masing.
Tujuh santri yang dilepas hari ini sesungguhnya sedang membawa pesan yang lebih besar dari sekadar keberangkatan seorang pelajar. Mereka membawa nama keluarga, membawa harapan guru, membawa doa masyarakat Aceh, dan membawa cita-cita sebuah lembaga pendidikan untuk melahirkan generasi yang dekat dengan Al-Qur’an sekaligus luas dalam keilmuan.
Selamat Berjuang di Negeri Kinanah, Negeri Para Nabi.

Tinggalkan Balasan